Antusias! Pesantren Kabupaten Malang Sepakat Bangun Jejaring Ekonomi

Gondanglegi, Pesantren-pesantren di Kabupaten Malang bersepakat membangun kerjasama di bidang ekonomi. Kerjasama ini berupa jaringan koperasi pesantren di Kabupaten Malang. Hal itu dapat terwujud dengan keterhubungan beberapa elemen: NUcommerse sebagai platform, Bizzy Distribution sebagai penyedia jasa distribusi, Bank Syariah Mandiri Cabang Malang sebagai penyedia jasa transaksi, dan koperasi-koperasi pesantren sebagai ujung tombak yang memiliki market, serta Pesantren Center sebagai penghubung jaringan pesantren di Malang.

Membangun jejaring ekonomi pesantren tersebut diadakan pada cara seminar nasional yang berjudul “membangun jejaring ekonomi pesantren”. Hadir pada acara yang berlangsung semarak itu, diantaranya Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas yang juga menjadi Komisaris Utama NUcommerse, Erik Satria Wardhana selaku Direktur NUcommerce, Mr. Andrew Mawikere selaku CEO Bizzy Group, Ir. Didik Sunardi, Direktur PT. MIK, dan Wawan Purwantoro, Branch Manager BSM Pasar Besar Malang, H. Abdurrahman selaku Direktur Pesantren Center, serta ratusan pengasuh dan pengelola koperasi beberapa pondok pesantren di Kabupaten Malang.

Menurut Erik ada empat kata kunci dalam jaringan ekonomi ini. Pertama, kemudahan melalui fasilitas teknologi. Kedua, harga terjangkau dengan menghubungkan pembeli atau koperasi dengan penyedia logistik. Ketiga, ketersediaan barang. Dan keempat, kecepatan distribusi. Diharapkan dengan empat hal tersebut, ekonomi pesantren menjadi lebih kuat.

Erik juga menjelaskan proses pemesanan di aplikasi NUcommerse. Yang poinnya adalah pembelian dan pemesanan lebih mudah dibandingkan pemesanan secara konvensional. “Kemudahan dengan menggunakan NUcommerce yakni berfungsi sebagai pemesanan melalui aplikasi, teknologi, dan logistik. Pengiriman pesanan melalui aplikasi akan lebih cepat karena rantai antara pembeli dan penjual hanya ada satu.” ucap Erik saat menjelaskan proses kerja NUcommerce.

Mr. Andrew Mawikere selaku CEO Bizzy Group mengatakan, Bizzy akan memfasilitasi UMKM lokal, baik perusahaan maupun perorangan untuk bisa mengakses dari pasar ke pembeli. “Dengan e-commerce dapat menciptakan lapangan kerja, menciptakan konsolidasi pasar pembeli sehingga dapat barang yang lebih murah serta akan mendukung penuh kegiatan CSR berupa Inkubasi apabila sesuai dengan visi-misi dan transparansi.” Ujar Andrew.

Seminar ini merupakan langkah awal, yang pada tahapan berikutnya terdapat langkah yang lebih spesifik. Abdurrahman, Direktur Pesantren Center menjelaskan bahwa setelah acara seminar ini, akan diadakan beberapa kegiatan lain, di antarnya: pelatihan manajemen koperasi pesantren yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober, bekerjasama dengan Bank Mandiri Syariah Cabang Pasar Besar, dan pemetaan produk pesantren yang pada nantinya disaring untuk dilakukan inkubasi.

Ekonomi menjadi salah satu titik masuk untuk mengkonsolidasikan pesantren. Abdurrahman mengungkapkan, “Perekonomian menjadi salah satu aspek dalam rangka mengkonsolidasikan pesantren, setiap pesantren ingin mendapatkan bahan dapur pesantren yang murah. Maka, dengan adanya NUcommers ini kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan pesantren dan para santri.”

Karena itulah Pesantren Center terus melakukan pembenahan profiling pesantren-pesantren, khususnya di Malang. “Mengenai profiling ini, diharapkan data terupdate yang berada dalam pesantren center tersebut dapat memudahkan pihak-pihak yang memerlukan data pesantren,” imbuh pria yang akrab disapa Gus Rohman ini.

Pesantren Center merupakan hasil kerjasama antara Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Malang. Keduanya bersinergi untuk dapat melakukan pemberdayaan pesantren di beberapa bidang, seperti ekonomi, pendidikan, dan sumber daya manusia.[]

Mari berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *